Photostream : French President Nicolas Sarkozy meets Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono

French President Nicolas Sarkozy (R) speaks with Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono during a bilateral meeting on January 27, 2011 at the World Economic Forum (WEF) annual meeting in Davos. Sarkozy dismissed speculation against the euro on January 27, declaring that he and German Chancellor Angela Merkel would never allow the currency to fail. (Photo by ERIC FEFERBERG/AFP/Getty Images)

French President Nicolas Sarkozy (R) shakes hands with Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono during a bilateral meeting on January 27, 2011 at the World Economic Forum (WEF) annual meeting in Davos. Sarkozy dismissed speculation against the euro on January 27, declaring that he and German Chancellor Angela Merkel would never allow the currency to fail. (Photo by ERIC FEFERBERG/AFP/Getty Images)

Advertisements

Indonesian President Welcomed in India With State Ceremony

Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono

New Delhi, Jan 25 (KATAKAMI.COM / ANTARA) – President Susilo Bambang Yudhoyono was welcomed at a state ceremony by Indian President Shrimati Pratibha Devisingh Patil at the forecourt of the Rashtrapati Bhavan presidential palace here Tuesday.

The head of state and First Lady Ani Yudhoyono took the salute of mounted members of the Indian Presidential Regiment and a 21-gun salute rendered in their honor.

Indonesia`s national anthem “Indonesia Raya” and India`s national anthem “Jana-Gana-Mana” were played as Yudhoyono and Patil stood on the honorary stage.

The ceremony was concluded with President Yudhoyono inspecting ae guard of honor and later introduced members of the Indonesian delegation to the Indian officials.

The Presidential delegation consists of among others Minister/State Secretary Sudi Silalahi, Industry Minister MS Hidayat, Trade Minister Mari Pangestu, Marine and Fishery Minister Fadel Muhammad, Transportation Minister Freddy Numberi, National Education Minister M nuh, Culture and Tourism Minister Jero Wacik, State Minister of Youth and Sport Affairs Andi Mallarangeng, and Cabinet Minister Dipo Alam.

In response to a press question at the presidential palace, Yudhoyono said he appreciated the invitation as the guest of honor at India`s Republic Day Celebrations and hoped that his visit would result in new economic cooperation opportunities.

The President later laid a wreath at the Samadhi of Mahatma Gandhi at Rajghat.

He and his entourage then proceeded to Hyderabad House to attend a bilateral meeting with Indian Prime Minister Manmohan Singh, followed by the signing of 16 Memoranda of Understanding (MOUs) between India and Indonesia on various sectors such as economic, politic, education and technology.

Yudhoyono is expected also to receive courtesy calls by the Leader of Opposition Shrimati Sushma Swaraj; by the Vice-President of India; and then by Shrimati Sonia Gandhi, Chairperson of UPA.

The president is also scheduled to attend a Business Summit organized by CII, ASSOCHAM and FICCI, in which leading Indian businessmen and industrialists as well as their Indonesian counterparts will participate.  (*)

2 Jam Bicara Dengan Ustadz Abu Bakar Baasyir Di Penjara Soal Tuduhan Teroris, Arogansi Amerika & Dukungan Untuk Hamas Di Gaza

Ustadz Abu Bakar Baasyir


BERSUARA TENTANG USTADZ ABU BAKAR BAASYIR, MARI LAWAN SEMUA “TERORISME”

Jakarta 21/1/2011 (KATAKAMI) — Sudah lebih dari 5 bulan Ustadz Abu Bakar Baasyir ( Pimpinan Pondok Pesantren Ngruki Solo) ditahan di penjara Bareskrim, Mabes Polri. Dengan tuduhan bahwa patut dapat diduga ia terlibat mempelopori dan mendanai kasus terorisme di Nangroe Aceh Darussalam, Ustadz Abu bersiap-siap untuk menjalani persidangan pada bulan Februari mendatang.

Tidak tanggung-tanggung, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang disiapkan Kejaksaan Agung untuk menangani kasus Ustadz Abu mencapai 32 orang !

Dan tim JPU sebanyak 32 orang itu hanya untuk menangani kasus Ustadz Abu semata, tidak termasuk 67 orang tersangka lainnya yang ramai-ramai secara keroyokan di kategorikan oleh Mabes Polri terlibat dalam kasus Aceh.

Mega Simarmata selaku Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM berkesempatan membesuk Ustadz Abu di Rutan Bareskrim Polri di Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat  (21/1/2011) siang untuk melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF.

Seluruh alat perekam dan HANDPHONE dititipkan di petugas jaga sesuai peraturan yang berlaku di Bareskrim Polri.

Wawancara dilakukan dengan cara mencatat semua jawaban-jawaban yang diberikan oleh Ustadz Abu Bakar Baasyir kepada KATAKAMI.COM.

Inilah untuk yang pertama kali, Ustadz Abu Bakar Baasyir bersedia bicara kepada wartawan mengenai kasus yang menimpa dirinya.

Berikut ini WAWANCARA EKSKLUSIF KATAKAMI.COM dengan Ustadz Abu Bakar Baasyir :

Mega Simarmata (Pemimpin Redaksi / Editor-in Chief dari KATAKAMI.COM) seusai wawancara dengan Ustadz Abu Bakar Baasyir di Mabes Polri sengaja meminjam kerudung dari pedagang makanan di kantin Mabes Polri agar bisa membesuk Ustadz Abu Bakar Baasyir didalam penjara dan melakukan wawancara eksklusif pada hari Jumat (21/1/2011)

KATAKAMI (K) : Baru sekarang saya bisa membesuk setelah 5 bulan Pak Ustadz Abu ditahan, bagaimana kondisi Pak Ustadz saat ini ?

Ustadz Abu Bakar Baasyir ( ABB ) : Alhamdulilah baik. Terimakasih saya dibesuk. Ya …. selama di tahanan, saya diperlakukan baik. Artinya, tidak ada tekanan disini. Waktu yang saya miliki juga jadi lebih banyak untuk beribadah. Sholat dan membaca Al Quran.

KATAKAMI (K) : Pak Ustadz sempat menjalani operasi katarak mata. Bagaimana kondisi mata pak Ustadz ?

( ABB ) : Mata kanan saya yang dioperasi. Saya masih sulit melihat jarak jauh. Hari ini ada dokter mata yang akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap mata saya.

(K) : Selama didalam tahanan, apakah masih mengikuti berita-berita diluar ? Baik itu pemberitaan nasional ataupun internasional ?

(ABB) : Saya tetap ikuti informasi dari pemberitaan yang disampaikan media massa.

(K) : Kasus mafia pajak yang melibatkan pegawai rendahan sekelas Gayus Tambunan sempat mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan bahwa patut dapat diduga ia dibantu oleh seseorang yang dituduhnya sebagai agen CIA untuk membuat paspor palsu. Apakah Pak Ustadz mengikuti juga kasus Gayus Tambunan dan rumors tentang agen CIA itu ?

(ABB) : Saya ikuti kasus Gayus …. (terdiam dan tidak ingin mengomentari masalah rumors seputar agen CIA).

(K) : Lalu di tingkat internasional, dunia sempat dikejutkan dengan bocornya data-data diplomatik Amerika dari Situs WIKILEAKS. Pak Ustadz mengikuti permasalahan WIKILEAKS ?

(ABB) : Ya saya ikuti tapi tidak banyak.

(K) :  Pak Ustadz, kita bicara soal kasus yang menimpa Pak Ustadz saat ini. Anda dituduh mempelopori dan mendanai kasus terorisme yang dituding Densus 88 menjamur di wilayah Nangroe Aceh Darussalam. Pertanyaan saya sangat sederhana saja, sebesar apa sebenarnya aset dan kekayaan anda sebagai seorang muslim sehingga dituduh bisa mendanai aksi Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang melakukan latihan militer ?

(ABB) :  Terpukul hati saya mendapatkan fitnah yang sekejam ini. Dalam Surat Al Baqarah kedua ayat 217 ditulis disana soal fitnah.

“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah, ‘Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya’.” (Al-Baqarah: 217)

Saya tidak tahu menahu soal masalah itu. Tetapi jika ada umat Islam melakukan latihan perang, apakah itu bisa secara otomatis dikategorikan sebagai latihan terorisme ?

Dalam Surat Al-Anfal ayat 10 ada dituliskan mengenai hal itu.

Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya. (QS al-Anfal [8]: 60).

Lukisan diri Ustadz Abu Bakar Baasyir

(K) : Saya perdalam lagi pertanyaan tadi Pak Ustadz, sebesar apa kekayaan anda dalam hal finansial sehingga anda dituduh mampu mendanai latihan perang di Aceh ?

(ABB) :  Pertanyaan saudari cukup tegas. Saya akan jawab sejujurnya. Sampai detik ini, saya bercita-cita agar Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) bisa punya kantor yang sederhana. Tapi itu belum bisa tercapai karena susah sekali mendapatkan uangnya. Saya sudah kumpulkan sedikit demi sedikit tapi tetap belum cukup. Lalu saya diberitahu bahwa kantor JAT yang di wilayah Jakarta Selatan diteror oleh Densus 88 Anti Teror Polri sehingga mereka tidak dikasih lagi mengontrak di tempat yang lama. Nah, untuk mendapatkan kantor yang baru saja, harus ada anggaran antara 30-50 juta sebagai biaya kontrak semacam rumah per tahunnya. Uangnya yang belum ada. Kalau saya kaya raya berkecukupan, untuk apa harus bersusah payah mengumpulkan uang untuk bisa membayar uang kontrak misalnya ?

(K) : Pak Ustadz, mengapa diri anda ini seperti laris manis dalam kasus terorisme. Anda ini sebenarnya menjadi incaran pihak mana ?

(ABB) : Amerika. Sejak awal saya tahu bahwa saya adalah incaran Amerika. Anda sudah pernah dengar toh … kan ada di pemberitaan, Amerika pernah meminta secara khusus kepada Presiden Megawati Soekarnoputri agar saya ditangkap. Tetapi yang namanya Megawati mendapat kekuatan dari Allah untuk menolak permintaan Amerika yang arogan itu. Namun menurut saya, pemerintahan Yudhoyono ini adalah pemerintahan yang tunduk kepada kepentingan dan tekanan Amerika.

(K) :  Apa komentar anda soal Amerika ?

(ABB ) : Amerika itu adalah musuh umat Islam nomor 1 didunia.

(K) : Lalu dengan kekuatan yang berjumlah 32 orang, apakah anda siap menjalani persidangan untuk menghadapi dakwaan dari Tim Jaksa Penuntut Umum ( JPU) yang jumlah personilnya sangat luar biasa banyaknya untuk mengadapi anda pada persidangan bulan depan ?

(ABB) : (Tersenyum) …. ya … betul … ada 32 orang Jaksa yang dibentuk menangani kasus saya saja. Tidak apa-apa. Silahkan saja. Saya siap menjalani persidangan itu.

Para pendukung HAMAS di jalur GAZA

(K) : Pak Ustadz, izinkan saya membelokkan topik pembicaraan ini ke masalah Palestina. Satu persatu negara-negara di komunitas internasional menyampaikan dukungan terbuka untuk terbentuknya NEGARA PALESTINA. Tanggapan anda mengenai pembentukan NEGARA PALESTINA itu bagaimana ?

(ABB) : Saya ikuti secara seksama masalah Palestina. Sepanjang negara yang mau dibentuk itu adalah Palestina sebagai NEGARA ISLAM, pasti saya juga ikut mendukung. Tetapi pertanyaan saya, apakah PALESTINA yang mau dibentuk itu memang betul negara Islam ? Ingat bahwa Negara Islam tidak boleh berkompromi dengan kekafiran, baik untuk masalah pribadi sampai ke masalah negara. Untuk apa dibentuk NEGARA PALESTINA kalau mereka tidak bisa tegas misalnya ? Kalau PALESTINA tidak mampu bersikap tegas maka itu artinya mereka hanya bermain-main membentuk sebuah negara.

(K) : Lho, bukankah dimata semua orang, kalau sudah bicara soal PALESTINA maka itu artinya bicara soal ISLAM. Sebab Palestina identik dengan ISLAM.

(ABB) : Kalau memang NEGARA PALESTINA yang mau dibentuk itu adalah negara Islam yang sesungguhnya, tentu harus didukung. Tetapi kalau yang mau dibentuk itu adalah negara yang mengaku Islam namun berkompromi kesana kemari diluar Islam, itu bukan Negara Islam namanya.

(K) : Presiden Amerika Serikat Barack Obama terlihat sangat gigih menyuarakan agar tahun 2011 ini PALESTINA bisa hadir dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai sebuah negara. Sebagai tokoh Islam, bisakah anda mempercayai kegigihan Barack Obama mendukung PALESTINA ?

(ABB) : (Tersenyum) …. Amerika hanya bersikap seolah-olah mendukung karena pasti mereka punya misi lain di Palestina yaitu ingin meraup keuntungan ekonomi yang terkandung dalam kekayaan alam di Palestina. Harus diwaspadai ancaman tentang penjajahan atas Palestina. Kapitalisme kan seperti itu karakternya, yang penting  buat Amerika adalah bagaimana caranya agar mereka yang dapat untung sebesar-besarnya. Itu ciri kapitalisme !

(K) : Bagaimana mungkin di Palestina ada kekayaan alam yang bisa menguntungkan Amerika karena sampai saat ini saja penggunaan air di seluruh wilayah Palestina masih sangat dibatasi oleh Israel ?

(ABB) :  Anda jangan salah ! Biasanya didalam sebuah negara yang mayoritas rakyatnya adalah ISLAM, Allah pasti memberikan kekayaan alam yang luar biasa didalam negara itu. Mana kita tahu kalau ternyata di Palestina sana ada lahan minyak yang bisa digarap dan menghasilkan keuntungan ekonomi yang luar biasa besarnya.

(K) : Lalu bagaimana PALESTINA bisa membentuk negara yang berdaulat kalau didalam negeri mereka sendiri saja masih ada perpecahan antara Fatah dan Hamas misalnya ?

(ABB) : Itulah yang saya maksud tadi, untuk apa membentuk sebuah negara kalau tidak serius ? Saya mendengar kabar ya …. bahwa petinggi Fatah dan Hamas yang saat ini memegang kekuasaan adalah sekuler. Saya pribadi sangat mendukung perjuangan jihad dari kelompok HAMAS yang ada di lapangan. Mujahid-Mujahid HAMAS yang gagah berani seperti mereka inilah yang harusnya mendapatkan peluang untuk berkuasa. Bukan yang sekuler ! HAMAS yang ada di lapangan itulah yang tegas menolak keberadaan Israel. Sebab Yahudi yang menjadi otak untuk memerangi Islam.

(K) Baiklah Pak Ustadz Abu, terimakasih untuk wawancara kita ini.

(ABB) : Terimakasih kembali.

(*)

Indonesian taxman gets 7 years in jail

GAYUS TAMBUNAN

JAKARTA, Indonesia, Jan 19 (KATAKAMI.COM / AP)  – The man at the center of Indonesia’s most closely watched corruption scandal has been sentenced to seven years in jail for pocketing millions of dollars from big companies to help them avoid paying taxes.

Gayus Tambunan’s case has made headlines and dominated social networking sites like Twitter and Facebook for months.

That’s because, in addition to embezzling at least $2.7 million, a relatively small sum in a nation considered one of the world’s most graft-ridden, the web of involvement allegedly extended to senior police, immigration officials and judges.

Judge Albertine Hoe of the South Jakarta District Court said Tambunan was guilty of corruption.

She sentenced him to seven years behind bars and fined him $30,000 dollars. (*)

Indonesian Courth Delivers Sentence in High-Profile Bribery Case

Gayus Tambunan

Jan 19 (KATAKAMI.COM / VOA) —- An Indonesian court handed a seven-year sentence Wednesday to the defendant in a bribery case that has fascinated the country while raising questions about the government’s ability to deal with widespread corruption.

The sentence was given to Gayus Tambunan, a low-level tax official who was convicted of accepting millions of dollars in bribes for helping wealthy companies and individuals to avoid paying taxes. Despite his meager salary, Tambunan was living in a lavish mansion at the time of his arrest and had more than $3 million in bank accounts.

The long-running case included an earlier acquittal in which Tambunan was found to have bribed the judge, and reports that he appeared in disguise at a tennis tournament while supposedly still in jail. Tambunan testified at his trial that he was just a “small fish” in a corruption network that involved senior police, immigration officials and judges.

The case has helped to undermine the popularity of President Susilo Bambang Yudhoyono, who won re-election in April 2009 on a promise to clean up corruption.

Mr. Yudhoyono issued a decree on Monday ordering officials to investigate all aspects of the case. (*)

Photostream : Indonesian Defense Minister Purnomo Yusgiantoro meets Japanese Defense Minister Toshimi Kitazawa

Indonesian Defense Minister Purnomo Yusgiantoro (R), accompanied by his Japanese counterpart Toshimi Kitazawa (L), reviews the honor guard prior to their talks at the Defense Ministry in Tokyo on January 14, 2011. AFP PHOTO / Yoshikazu TSUNO (Photo credit should read YOSHIKAZU TSUNO/AFP/Getty Images)

Indonesian Defense Minister Purnomo Yusgiantoro (R) reviews the honor guard at the Defense Ministry in Tokyo on January 14, 2011. Purunomo held talks with his Japanese counterpart Toshimi Kitazawa. (Photo by YOSHIKAZU TSUNO/AFP/Getty Images)

Indonesian Defense Minister Purnomo Yusgiantoro (R) shakes hands with his Japanese counterpart Toshimi Kitazawa (L) prior to their talks at the Defense Ministry in Tokyo on January 14, 2011. (Photo by YOSHIKAZU TSUNO/AFP/Getty Images)

Tirulah Presiden Rusia, SBY Perhatikan Dong Perumahan TNI, POLRI & Kejaksaan

Russia's President Dmitry Medvedev

Dimuat juga di KATAKAMI.COM dan INDONESIAKATAKAMI.BLOGSPOT.COM

Wakapolri Komjen. Jusuf Manggabarani : Walau Gaji Sederhana, Polri Jangan Lakukan Pelanggaran

Jakarta 13/1/2011 (KATAKAMI) —  Bagi pengguna jejaring sosial TWITTER, kecepatan memperoleh informasi kelas dunia akan sangat cepat dan mudah sekali diperoleh.

Itulah yang terjadi pada hari Rabu ( 12/1/2011) kemarin, saat Presiden Rusia Dmitry Medvedev memuat informasi gambar terbaru di salah satu akun TWITTER dirinya bahwa ia baru saja mengunjungi perumahan bagi militer Rusia yang sedang dibangun.

KREMLINRUSSIA_E :   Dmitry Medvedev has inspected the construction of housing for military personnel in Podolsk outside Moscow http://twitpic.com/3pd2ux

Presiden Rusia Dmitry Medvedev didampingi Menteri Pertahanan Anatoly Serdyukov sedang melakukan peninjauan terharap pembangunan perumahan bagi militer Rusia di wilayah Podolsk ( Moscow), 12 Januari 2011. Foto inilah yang dirilis oleh Kantor Kepresidenan Rusia lewat jejaring sosial TWITTER

Dan itu bukan kunjungan Medvedev yang pertama untuk urusan militernya.

Yang ingin dibahas disini, betapa besarnya perbedaan “TAKDIR” antara prajurit MILITER di Rusia dan Indonesia.

Yang lebih menyedihkan lagi, di tanah air Indonesia ini tak cuma TNI yang sengsara dalam masalah perumahan. Kesengsaraan dan keterbatasan ( yang benar-benar sangat terbatas) di bidang perumahan ini juga dialami oleh POLRI & KEJAKSAAN.

Ya betul bahwa negara kita masih memiliki keterbatasan kemampuan untuk memenuhi kesejahteraan para prajurit TNI, POLRI dan Kejaksaan.

Itulah sebabnya mulai tahun 2011 ini, ada kebijakan terbaru dari Pemerintah dengan dikeluarkannya sebuah jalan keluar atau solusi untuk masalah kesejahteraan yaitu RENUMERASI.

Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan KEBIJAKAN KENAIKAN PENDAPATAN RENUMERASI.

Lewat RENUMERASI ini, akan diperoleh peningkatan pendapatan sesuai dengan porsi dan prestasi kerja mereka masing-masing.

Tapi, cukupkah hanya sebatas mengeluarkan kebijakan RENUMERASI ?

Titik fokus pada pembahasan dalam tulisan ini adalah masalah PERUMAHAN.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa di Indonesia ini, prajurit TNI sangat amat malang nasibnya untuk urusan perumahan.

Tak cuma prajurit TNI, tetapi anggota Kepolisian (POLRI) dan Kejaksaan juga bernasib sama.

Antara prajurit TNI,POLRI dan KEJAKSAAN untuk urusan perumahan bagi anggota-anggota mereka, sangat memprihatinkan sekali nasibnya.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev didampingi Menteri Pertahanan Anatoly Serdyukov saat melakukan inspeksi pembangunan perumahan bagi prajurit militer Rusia di Podolsk ( 12/1/2011)

Sehingga ketika Presiden Rusia Dmitry Medvedev menunjukkan foto tentang kunjungannya untuk melakukan inspeksi pembangunan perumahan prajurit militer di negaranya, perasaan kita sebagai anak bangsa Indonesia menjadi sangat sedih sekali.

Betapa kasihannya prajurit di negara kita ini.

Salah satu bentuk permasalahan seputar perumahan prajurit TNI di Indonesia ini juga sangat unik yaitu banyak perumahan yang masih terus dihuni oleh penghuni-penghuni lama.

Bahkan bisa sampai belasan atau puluhan tahun masih mendiami perumahan dinas yang disediakan institusi.

Dan mari, kita telusuri gambaran singkat tentang situasi dan kondisi yang saat ini terjadi di jajaran TNI, POLRI dan KEJAKSAAN.

Khusus untuk TNI, ilustrasi yang dikemukakan disini tidak bisa menjadi acuan tentang situasi dan kondisi dari masalah perumahan dalam institusi TNI secara keseluruhan.

Sebab contoh yang akan kami sampaikan disini hanya fokus pada KOPASSUS.

DOKUMENTASI FOTO : Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus (kiri), bertindak sebagai Inspektur Upacara pada upacara serah terima jabatan Wadanjen Kopassus, dari Brigjen TNI Nugroho Widyoutomo (tengah), kepada Brigjen TNI Agus Sutomo (kanan), di Gedung Balai Komando Makopassus, Kamis (21/10/2010)

Lewat percakapan dengan KATAKAMI.COM, Kamis (13/1/2011) di Jakarta, Brigjen TNI Agus Sutomo selaku Wakil Komandan Jenderal Kopassus mengemukakan bahwa hampir seluruhnya prajurit Kopassus di Indonesia dapat tertampung di perumahan dinas yang disediakan Markas Kopassus.

“Syukur Alhamdulilah, anggoata Kopassus itu dapat ditampung semua di rumah-rumah dinas. Memang ada satu atau dua orang yang meminta izin dari kami bahwa mereka ingin tinggal diluar komplek perumahan Kopassus. Biasanya karena mereka ingin tinggal bersama mertua. Kami izinkan. Tetapi secara keseluruhan, semua anggota Kopassus itu tinggal di perumahan dinas” kata Agus Sutomo.

Menurut mantan Komandan Group A Paspampres ini, Kopassus menyadari keterbatasan negara memenuhi kebutuhan perumahan bagi prajurit Kopassus sehingga para pimpinan di Kopasssus yang berinisiatif untuk memberikan perhatian dan bantuan besar untuk masalah perumahan ini.

“Untungnya di Kopassus ini, kami selalu mendapatkan warisan dari para pimpinan sebelumnya yang rata- rata meninggalkan warisan perumahan bagi prajurit. Misalnya Pak Edhie ( Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo, redaksi). Semasa beliau menjadi Danjen Kopassus, beliau membangun rumah susun sederhana untuk prajurit Kopassus di dalam komplek Cijantung ini. Begitu juga mantan-mantan Danjen Kopassus yang lain. Semua meninggalkan warisan perumahan untuk prajurit Kopassus” lanjut Agus Sutomo.

Danjen Kopassus. Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus

Agus Sutomo menjelaskan bahwa para mantan Danjen Kopassus ( termasuk Danjen Kopassus saat ini ) sering melakukan kunjungan ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi perumahan prajurit.

“Itu sebabnya para pimpinan mengetahui situasi dan kondisi yang sebenarnya. Sedikit demi sedikit kalau ada rezeki, perumahan-perumahan yang sudah rusak akan diperbaiki. Malah saat ini Danjen Kopassus memberikan bantuan Rp. 5 juta untuk masing-masing perumahan prajurit di Group 1 Serang. Uang bantuan itu dapat mereka gunakan untuk memperbaiki perumahan yang mereka huni saat ini. Sedapat mungkin, Kopassus tidak akan pernah membebani prajurit untuk masalah perumahan atau anggaran apapun guna memperbaiki perumahan tempat mereka tinggal” ungkap Agus Sutomo.

Menurut Agus Sutomo, pimpinannya saat ini yaitu Danjen Kopassus Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus telah mengeluarkan 5 perintah harian untuk seluruh prajurit Kopassus yaitu :

1. Tugas-tugas operasi harus berhasil dilaksanakan.

2  Tugas-tugas pertandingan atau perlombaan, baik olahraga umum atau militer, harus dapat dijuarai.

3. Tugas-tugas latihan atau pendidikan, harus mencapai tujuan dan sasarannya.

4. Setiap pelaksanaan tugas, baik dalam pelaksaaan operasi, latihan dan pendidikan, harus 0 (nol) kecelakaan atau zero accident.

5. Tidak boleh melakukan pelanggaran apapun dalam seluruh pelaksanaan tugas-tugas secara keseluruhan.

Kalau mencermati uraian Wadanjen Kopassus ini, tentu kita harus memberikan apresiasi kepada para pimpinan di Kopassus. Besarnya tanggung jawab dan kepedulian mereka terhadap nasib dan kesejahteraan prajuritnya, patut diacungi jempol.

Tetapi pertanyaannya, bagaimana dengan nasib TNI yang lain ( di luar Kopassus ) ?

Apakah para pimpinan memiliki tingkat kepedulian yang sama besarnya ?

Dan kalaupun mereka memilik tingkat kepedulian yang sama besar, apakah Pemerintah Indonesia tidak malu karena sampai detik ini tetap tidak bisa menanggulangi masalah perumahan prajurit TNI ( termasuk masalah perumahan POLRI dan KEJAKSAAN ) ?

Apalagi Presiden SBY sedang menjalankan masa kedua kekuasaannya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo

Apakah nanti seorang Susilo Bambang Yudhoyono ini tidak merasa malu bila dicatat dalam lembaran sejarah bahwa dalam 2 periode kekuasaannya, ia tidak memberikan kontribusi apapun untuk menolong para abdi negara ?

Kalau tadi dari pihak Kopassus, bagaimana dengan pihak POLRI ?

Lewat percakapan dengan KATAKAMI.COM, Kamis (13/1/2011) di Jakarta, Irjen. Polisi Anton Bachrul Alam selaku Kepala Divisi Humas POLRI menegaskan bahwa tidak semua anggota kepolisian yang beruntung mendapat jatah rumah dinas.

“Sudah beberapa tahun terakhir ini, POLRI memang tidak mendapatkan anggaran dari pemerintah untuk membangun perumahan dinas bagi anggota kepolisian. Di kepolisian, yang bernasib baik maka dia bisa mendapatkan jatah rumah dinas. Tetapi tidak semua bisa seberuntung itu karena rumah dinas di jajaran kepolisian sangat terbatas jumlahnya. Sehingga banyak anggota kepolisian yang terpaksa kos, mengontrak rumah atau menumpang di rumah temannya” kata Anton Bachrul Alam.

Menurut Anton, anggaran dari Pemerintah lebih difokuskan pada anggota operasional yang berguna dan dirasakan langsung untuk masyarakat.

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAMWAS) Marwan Effendy : "Banyak jaksa-jaksa yang terpaksa tinggal di rumah-rumah kos dekat kantor karena Kejaksaan tidak memiliki perumahan bagi para jaksa"

Nasib dari anggota kepolisian dalam sektor perumahan ini juga dialami oleh para JAKSA di Indonesia.

Dalam istilah anak gaul, BETI alias beda-beda tipis nasib dari anggota kepolisian yang tak tertampung dan tak mendapatkan fasilitas perumahan.

Dihubungi oleh KATAKAMI.COM, Kamis (13/1/2011), Marwan Effendy selaku Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan mengemukakan bahwa sangat besar jumlah jaksa-jaksa yang tidak mendapatkan fasilitas perumahan.

“Kejaksaan sebenarnya memiliki perumahan dinas tetapi hampir seluruhnya masih dihuni oleh penghuni-penghuni yang lama. Mereka tidak mau pindah. Dan kamipun tidak enak kalau harus mengusir mereka. Jadi untuk mengantisipasi itu, jaksa-jaksa yang tidak mendapatkan fasilitas perumahan terpaksa kos di rumah-rumah yang letaknya tidak jauh dari kantor-kantor Kejaksaan” kata Marwan Effendy.

Menurutnya, Kejaksaan Agung sebenarnya berkeinginan kuat untuk bisa menyediakan perumahan ini bagi para jaksa tetapi terkendala pada masalah anggaran.

“Kami sudah mengajukan permohonan sebenarnya untuk mengatasi masalah ini. Misalnya, rumah-rumah sitaan dijadikan perumahan untuk para jaksa. Tetapi belum bisa terelisasi. Kami tidak mendapatkan izin untuk melakukan itu. Salah satu penyebabnya karena rumah-rumah sitaan itu belum dilelang” lanjut Marwan Effendy.

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (duduk), Kapolri Jenderal Timur Pradopo (tengah) dan Jaksa Agung Basrief Arief sedang berbincang sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Kepresidenan ( 20/12/2010)

Sekarang yang dimintai tanggung-jawabnya adalah Pemerintah Indonesia.

Sampai kapan Pemerintah mau “bersembunyi” di balik alasan-alasan klise bahwa kemampuan keuangan negara sangat terbatas sekali sehingga sampai detik ini tidak mampu memenuhi tingkat kesejahteraan abdi-abdi negaranya para institusi TNI, POLRI dan KEJAKSAAN.

Kasihan betul Indonesia ini, uang yang begitu banyak justru dinikmati oleh para koruptor dan jaringan-jaringan mafia yang bisa memperbudak aparat-aparat di berbagai instansi untuk melakukan apapun yang dikehendaki oleh para koruptor dan mafia-mafia tadi.

Sementara para abdi negara kita, hidup dalam kepahitan dan kegetiran yang berkepanjangan.

Mereka ( para abdi negara dari institusi TNI, POLRI dan KEJAKSAAN yang bergaji minim ), entah harus mengatakan apa kepada isteri dan anak-anak mereka tentang tidak sepadannya pengorbanan dan kerja keras sebagai abdi negara di tanah air tercinta ini.

Eh SBY, bukankah seharusnya anda malu sama Presiden Rusia yang terus konsisten memperhatikan kesejahteraan (terutama masalah perumahan) bagi prajurit militer mereka ?

Lakukan dong hal yang sama !

Tidak ada salahnya meniru sesuatu yang memang baik !

Perhatikanlah masalah perumahan bagi aparat TNI, POLRI dan KEJAKSAAN.

Dan kalau ada waktu luang dalam agenda harian Presiden SBY, coba diperiksa kembali bahwa bantuan pemerintah untuk masalah perumahan kepada TNI dan POLRI diberikan terakhir kali pada tahun 2002 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

Dan anda SBY, apa bantuan anda sebagai Kepala Negara untuk masalah perumahan ?

Anda punya anak, punya menantu dan punya cucu, tentu mereka semua ingin anda bahagiakan.

Begitu juga dengan prajurit-purajurit TNI dan anggota Kepolisian (termasuk pada jaksa) di Indonesia ini.

Jangan wajibkan mereka mengabdi kepada bangsa dan negara tetapi kepedulian negara sangat kecil pada masalah kesejahteraan mereka.

Tidak cukup hanya RENUMERASI.

Bantu mereka dalam masalah perumahan karena itu memang merupakan TANGGUNG-JAWAB penuh dari Pemerintah.

(MS)

Setara Kasus Mossad, Skandal Paspor Palsu Gayus Tambunan Menampar Muka Indonesia

Foto :SONY HARSONO" di paspor disejajarkan dengan foto GAYUS TAMBUNAN saat menonton pertandingan tennis di Bali (2010)

Dimuat juga di KATAKAMI.COM dan INDONESIAKATAKAMI.BLOGSPOT.COM

Banyak Kali Cakap Kau Gayus, Jangan Pojokkan Institusi Polri & Kejaksaan


Jakarta 07/01/2011 (KATAKAMI) — Ibarat meminjam bahasa anak gaul, figur Gayus Tambunan ini seakan “GAK ADA MATINYA”. Ada saja pemberitaan miring seputar sepak terjang dari mantan pegawai Ditjen Pajak ini.

Setelah ketahuan menonton pertandingan tennis di Bali dengan menggunakan rambut palsu (wig) yang berbelah tengah, kali ini Gayus kembali menjadi NEWSMAKER.

Tak cuma ke Bali, ternyata Gayus juga pernah berpergian ke Macau (China), Kuala Lumpur (Malaysia) dan Singapura pada bulan September 2010.

Kalau tadi meminjam istilah anak gaul, lain lagi kalau memakai gaya bahasa ANAK MEDAN.

Komentar yang paling cocok untuk kiprah Gayus kali ini adalah, “KAU LAGI, KAU LAGI GAYUS, BOSAN AWAK MENDENGAR CINGKUNEK TENTANG KAU !”.

Artinya, anda lagi, anda lagi Gayus, bosan saya mendengar “ocehan” tentang anda !

Foto : Terdakwa kasus mafia pajak, Gayus Halomoan Tambunan saat memotret menggunakan handphone-nya pertandingan tenis di Hotel Westin, Bali (November 2010)

Seperti yang diberitakan Metro TV dan Kantor Berita ANTARA (04/01/2011), Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengatakan, ada seseorang bernama Sony Laksono yang pergi ke Macau dan Kuala Lumpur pada September 2010. Pada paspor Sony ditemukan foto yang mirip Gayus. Di paspor itu ada foto orang pakai wig yang mirip dengan Gayus.

“Di paspor itu ada foto orang pakai wig yang mirip dengan Gayus,” kata Patrialis kepada para wartawan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat.

Menurut data imigrasi, Sony pergi ke Macau pada 24 September 2010 dengan menumpang Mandala Airlines. Sony kembali ke Indonesia pada 26 September dengan menumpang Garuda Indonesia.

“Pada tanggal 30 September 2010, Sony keluar lagi dengan paspor yang sama ke Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, kembalinya sampai sekarang tidak terdeteksi. Ini memang luar biasa,” lanjut Patrialis.

Patrialis pun sempat menjelaskan asal usul paspor tersebut.

Awalnya, paspor tersebut dibuat atas nama Margareta, seorang anak. “Ternyata paspor itu ditunda pembuatannya. Tapi nomor paspornya sudah ada. Tiba-tiba, paspor itu keluar atas nama Sony Laksono,” katanya.

Paspor diketahui dibuat oleh Kantor Imigrasi Jakarta Timur. Sementara itu, asal-usul KTP atas nama Sony Laksono masih diselidiki. Patrialis menambahkan, pihaknya membentuk tim guna menelusuri kebenaran seseorang mirip Gayus yang pergi ke luar negeri.

Tim tersebut dipimpin oleh Kepala Inspektorat Jenderal Kemenhukham Sam Tobing, dan didukung oleh Plt Dirjen Imigrasi M Indra, serta beberapa staf Kantor Imigrasi Pusat, Kanwil Kemenhukham DKI Jakarta, dan Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta.

Selama menghuni Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Gayus diduga sering keluyuran.

Seseorang yang memakai wig dan mirip dengan Gayus keluyuran ke Bali. Ahad (2/1) lalu, seorang warga Depok, Devina, menulis surat pembaca di Kompas pernah pergi ke Singapura dalam satu pesawat dengan pria pemakai wig yang mirip Gayus.

Berikut isi surat pembaca yang dimuat Kompas hari Minggu (2/1/2011):

Pria Berkacamata Memakai Wig

Melihat foto Gayus dengan wig dan kacamata, yang belakangan ini beredar banyak di media massa, saya merasa yakin bahwa pernah melihat orang yang sama di Bandara Soekarno-Hatta, hari Kamis, 30 September 2010. Saat itu saya sedang menunggu penerbangan ke Singapura di ruang tunggu keberangkatan pesawat.

Ketika itu seorang pria memakai wig dan kacamata masuk ke ruangan tempat saya menunggu, lalu berada di penerbangan yang sama ke Singapura. Saya menatap beberapa kali, tetapi sayang saya tidak memiliki keberanian untuk mengambil foto dirinya karena jarak terlalu dekat. Saat itu, panggilan untuk masuk ke kabin pesawat sudah terdengar.

Setelah melihat foto tersebut belakangan ini banyak beredar di surat kabar dan berita di TV, saya semakin yakin bahwa orang yang berada satu penerbangan dengan saya ke Singapura tersebut memang Gayus. Mungkin ada pihak terkait yang merasa perlu untuk memeriksa hal tersebut. Berikut adalah penerbangan yang saya tumpangi saat itu AirAsia nomor penerbangan QZ 7780 waktu keberangkatan 11.20 WIB dari Jakarta menuju Singapura hari Kamis, 30 September 2010.

Yang ingin disorot dalam tulisan ini secara khusus adalah hal ihwal paspor palsu “Mister Gayus” yang berhasil menjebol 3 negara sahabat kita yaitu China, Malaysia dan Singapura.

Seperti yang dimuat oleh DETIK.COM (07/01/2011), salah seorang pengajar bidang kepolisian menilai masalah paspor palsu Mister Gayus ini adalah masalah “kecil”.

Persoalan utama mafia pajak yang menjerat pegawai Ditjen Pajak, Gayus Tambunan dikhawatirkan tidak akan bisa diselesaikan secara tuntas. Publik kini terlalu sibuk mengurusi masalah dugaan kaburnya Gayus ke luar negeri.

“Saya khawatir modus operandi mafia pajak justru tidak terbongkar karena tertutup kasus ini,” ujar pengajar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Universitas Paramadina, Rico Marbun, Jumat (7/1/2011).

Rico mengatakan, kasus dugaan ke Macau atau Malaysia adalah masalah kecil dari persoalan besar yang sudah dilakukan Gayus. Gayus pun kini sudah dipindahkan rutan Cipinang. Rico juga yakin, tidak mungkin ada lagi pihak yang berani meloloskan Gayus keluar penjara.

“Kepergian Gayus ini kan sudah terjadi, dan itu merupakan rangkaian dari puluhan kali yang dia pernah ngaku keluar penjara, nggak mungkin lagi bisa terulang. Kasus Gayus harus diusut tuntas, jangan hanya berhenti sampai di Gayus, sebab dia hanya pemain kecil,” beber Rico.

Rico curiga, perkara kepergian Gayus ini digunakan sebagai pengalihan isu saja. Hanya sedikit saja, imbuh Rico, berbagai pihak yang konsisten menyuarakan pengusutan tuntas hasil ‘nyanyian’ Gayus soal mafia pajak.

“Saya khawatir ini pembelokan, jangan sampai hanya Gayus yang dikorbankan,” pungkas Rico.

Demikian diberitakan DETIK.COM

Kepala Dinas Intelijen Mossad yang baru, TAMIR PARDO. (Foto : Uriel Sinai/Getty Images)


New Mossad chief to apologise for use of UK passports in Dubai killing

Pendapat yang mengatakan bahwa persoalan PASPOR PALSU yang dilakukan dan digunakan Gayus Tambunan berpergian ke 3 negara merupakan masalah kecil adalah pendapat yang sangat amat keliru.

Silahkan saja Pemerintah Indonesia mengusut masalah mafia pajak tetapi pembuatan dan penggunaan PASPOR PALSU adalah perbuatan melawan hukum yang sangat meresahkan keamanan dalam negeri Indonesia dan keamanan dalam negeri negara-negara lain yang dirugikan.

Kasus PASPOR PALSU Gayus Tambunan setara nilainya dengan kasus pembuatan dan penggunaan PASPOR PALSU yang dilakukan sejumlah agen Dinas Intelijen Israel dalam kasus pembunuhan Mahmoud al Mabhouh pada bulan Januari 2010 di Dubai.

Perbuatan Gayus Tambunan ini memang pantas untuk dibandingkan dengan kasus paspor palsu yang melibatkan dinas intelijen Mossad.

Secara substansi, tujuan penggunaan PASPOR PALSU itu memang tidak sama tetapi ada kemiripan dari kedua kasus ini yaitu sama-sama menggunakan PASPOR PALSU untuk memasuki NEGARA ORANG LAIN.

Tetapi Mossad sendiri telah secara resmi menyampaikan permohonan maafnya kepada Pemerintah Inggris.

Mengawali tugas barunya sebagai Kepala Dinas Intelijen Israel, dalam suasana Natal (Desember 2010) Tamir Pardo telah menyampaikan permohonan maaf kepada Inggris atas penggunaan paspor Inggris yang ASPAL alias asli tapi palsu.

Permohonan maaf ini sedikit agak mengejutkan sebab Pemerintah Israel sendiri ( baik itu Presiden Shimon Peres dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ) tak pernah sekalipun menyinggung masalah ini ke hadapan publik internasional.

Boss Mossad yang sebelumya Meir Dagan ( yang digantikan posisinya oleh Tamir Pardo ), setali tiga uang tingkat “kegilaannya” dengan kedua Big Boss-nya yaitu Shimon Peres dan Benjamin Netanyahu.

Tidak membenarkan dan tidak menidakkan keterlibatan Israel dalam kasus pembunuhan itu dengan rekor penggunaan paspor palsu terbanyak atas nama Inggris yaitu menggunakan 12 paspor palsu INGGRIS.

Tetapi dengan adanya permohonan maaf dari Tamir Pardo yang sedikit agak mengejutkan ini, Mossad telah menyampaikan penyesalan bahwa perbuatan mereka memang melawan hukum.

Tamir Pardo juga menjanjikan bahwa agen rahasia Israel tidak akan pernah lagi diijinkan untuk menggunakan dokumen palsu jika mereka melakukan operasi intelijen di luar negeri.

Belum diketahui apa reaksi resmi dari Pemerintah Inggris atas permohonan maaf Mossad ini karena sebelumnya Inggris memang menunjukkan reaksi kemarahan yang sangat serius.

Kepala Dinas Rahasia Inggris (Secret Intelligence Service / MI6) Sir John Sawers

Seperti yang diberitakan The Telegraph (25/12/2010), Tamir Pardo yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Dinas Intelijen Mossad sesungguhnya dalam rapat internal Mossad menyatakan secara langsung bahwa dirinya tidak menyetujui penggunaan paspor palsu atas nama Inggris, Australia dan Irlandia untuk membunuh Mahmoud al Mabhouh.

Tetapi pendapat ini terabaikan karena posisinya yang bukan merupakan pengambil keputusan dalam dinas rahasia Mossad.

Permohonan maaf yang disampaikan Tamir Pardo kepada Pemerintah Inggris diduga kuat merupakan jembatan yang dapat melancarkan rencana kunjungannya ke Inggris di bulan Januari 2011 ini untuk bertemu dengan para pimpinan Dinas Intelijen Inggris yaitu Sir John Sawers (MI6) dan Jonathan Evans (MI5).

Hal yang patut dapat diduga merupakan sesuatu yang sangat tak lazim bagi Israel ( yaitu mengakui perbuatan melawan hukum kepada negara lain ) merupakan langkah maju dan harus sungguh-sungguh ditepati bahwa itu tak akan diulangi lagi di masa yang akan datang.

Di saat dua dinas intelijen kelas dunia hendak “bertemu” untuk membahas masalah hal ihwal kasus penggunaan kasus PASPOR PALSU, Indonesia malah seakan mencuat ke permukaan lewat figur Gayus Tambunan.

Gayus Tambunan

Pembuatan dan penggunaan PASPOR PALSU dalam kasus Gayus ini tergolong sangat serius sebenarnya.

Bayangkan, seorang Gayus bisa dengan mudahnya menembus ( atau lebih tepat digunakan kata MENJEBOL ) tingkat keamanan nasional di 3 negara.

Terdakwa kasus mafia pajak ini bisa dengan mudahnya keluar masuk di teritori negara China, Malaysia dan Singapura dengan menggunakan PASPOR PALSU.

Mari kita bayangkan bagaimana ketatnya proses pemeriksaan di Bandara Inernasional Soekarno Hatta yang ada di ibukota Jakarta.

Sangat jarang terjadi, kasus-kasus penggunaan PASPOR PALSU yang tertangkap.

Tetapi penangkapan para penumpang yang terseret dalam kasus-kasus narkoba misalnya, relatif sering dicegah oleh aparat keamanan ( terutama pihak Bea Cukai ) di areal Bandara Soekarno Hatta.

Bandingkan dengan Gayus Tambunan !

Gayus terlihat sangat menguasai setiap bentuk perjalanan yang dilakukannya di manca negara.

Contohnya, ia tahu bahwa untuk berpergian ke Macau ( China ), ada maskapai penerbangan Indonesia yang memiliki rute langsung ke sana yaitu MANDALA AIRLINES.

Untuk memesan tiket Mandala pada rute Macau, calon penumpang tak perlu repot-repot yaitu hanya tinggal mengakses SITUS RESMI MANDALA AIRLINES.

Jika kita ingin berpergian ke Macau misalnya ( bila keberadaan kita hanya kunjungan singkat ), kita tidak diwajibkan untuk meminta visa dari Kedutaan Besar China.

Sehingga, melancongnya Gayus ke Macau adalah sesuatu yang sangat mengasyikkan karena relatif mudah dan aman bagi dirinya. Apalagi, MANDALA AIRLINES hanya menetapkan 3 hari dalam seminggu untuk rute langsung ke Macau yaitu pada hari Minggu, Rabu dan Jumat.

Gayus Tambunan berangkat ke Macau menggunakan Mandala Airlines pada hari Jumat tgl 24 September 2010.

Dan kembali ke tanah air pada tanggal 26 September 2010 dengan menggunakan pesawat GARUDA INDONESIA.

Pembuatan dan penggunaan PASPOR PALSU yang dilakukan oleh Gayus Tambunan bukan sekedar masalah “kekhilafan yang disengaja” oleh para calo di lingkungan Kantor Imigrasi saja.

Ini sudah mempertaruhkan hubungan diplomatik Indonesia dengan sejumlah negara sahabat.

Artinya, sistem keamanan nasional di China, Malaysia dan Singapura bisa dijebol oleh manusia sekelas Gayus Tambunan yang begitu nyaman dan amannya keluar masuk ke negara-negara ini.

Hanya dengan satu PASPOR PALSU saja, Gayus bisa menjebol sistem keamanan nasional di 3 negara sekaligus.

Bagaimana kalau yang melakukan pembuatan dan penggunaan PASPOR PALSU itu adalah jaringan terorisme internasional untuk keluar masuk seenaknya di China, Malaysia dan Singapura ?

Apakah Pemerintah Indonesia tidak merasa malu karena sudah mencemari hubungan diplomatik dengan sejumlah negara sahabat semacam China, Malaysia dan Singapura.

Dan sebenarnya, kalau disebut PALSU, paspor itu besar kemungkinan bukan palsu dalam arti yang sebenarnya.

Sistem komputerisasi di Imigrasi, mewajibkan para pemohon pembuatan atau perpanjangan paspor untuk membubuhkan SIDIK JARI mereka.

Ini faktor utama yang bisa ditelusuri, sejauh mana tingkat keparahan skandal PASPOR PALSU Gayus Tambunan ini.

Kemudian yang harus ditelusuri adalah siapakah sebenarnya pihak tertentu yang menjadi BEKING Gayus Tambunan melakukan skandal skandal tingkat tinggi yang membutuhkan kemampuan IT sangat lihai dan mahir.

Tak cuma saat melakukan pembuatan PASPOR PALSU saja.

Tapi tak akan mungkin seorang Gayus bisa sangat percaya diri dan begitu berani berpergian ke 3 negara menggunakan PASPOR PALSU kalau ia belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang sistem keamanan di bandara-bandara internasional yang akan didatanginya di negara-negara tadi.

Semua negara pasti sudah menggunakan kecanggihan IT pada sistem komputerisasi bandara internasional di negara mereka.

Gayus yang cuma mantan pegawai kelas rendahan (secara pangkat dan jabatan di Ditjen Pajak ) tidak akan berani melancong ke tingkat dunia kalau cuma membawa modal nekat.

Patut dapat diduga Gayus pasti sudah mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang situasi keamanan di negara-negara yang akan didatanginya tadi ( termasuk cara-cara menggunakan paspor palsu ini pada saat melewati pintu-pintu pemeriksaan ).

Istri Gayus-Tambunan, Milana Anggraeni

Pertanyaannya adalah siapakah yang patut dapat diduga oknum aparat yang menjadi BEKING UTAMA Gayus Tambunan melakukan skandal sangat memalukan seperti ini ?

Patut dapat diduga yang menjadi BEKING itu adalah pihak yang memahami intelijen dan sekaligus menguasai sekali penggunaan IT tingkatan yang sangat mahir.

Patut dapat diduga yang menjadi BEKING itu adalah pihak yang mengetahui situasi negara asing ( terutama yang dapat dipantaunya menggunakan sistem deteksi IT ).

Pegawai rendahan di Ditjen Pajak dapat menjebol sistem keamanan nasional di 3 negara asing dengan penggunaan PASPOR PALSU adalah sesuatu yang sangat serius.

Apalagi pegawai rendahan di bekas kedinasannya itu adalah seorang terdakwa dalam kasus MEGA MAFIA PAJAK di negaranya.

Skandal pembuatan dan penggunaan PASPOR PALSU ini adalah sebuah skandal yang menampar muka Indonesia di mata dunia internasional.

Bayangkan, tidak ada kasus “internasional” terkait urusan palsu-memalsu paspor yang bisa dijadikan bahan perbandingan untuk masalah Gayus Tambunan ini kecuali kasus penggunaan paspor palsu yang dilakukan Dinas Intelijen Israel yaitu Mossad pada tahun 2010 lalu.

Substansi dari kasus itu adalah sama yaitu secara sengaja telah menggunakan identitas palsu dan otoritas hukum negara dalam mengeluarkan dokumen penting semacam paspor.

Malahan kalau mau jujur, untuk urusan pembuatan dan penggunaan paspor palsu ini, Mossad kalah cerdik dari Gayus Tambunan sebab dinas intelijen Israel ini hanya masuk ke 1 negara.

Sementara Gayus bisa keluar masuk ke 3 negara sekaligus dengan paspor palsunya yaitu ke China, Malaysia dan Singapura.

Janganlah skandal ini terulang kembali di masa yang akan datang.

Ini bukan masalah kecil tetapi sangat amat serius.

Telusuri siapa BEKING atau pihak yang patut dapat diduga sengaja memainkan keberadaan dan peranan Gayus untuk kepentingan-kepentingan yang sangat amat dirahasiakan.

Kita bicara mengenai masalah keamanan nasional.

Baik itu keamanan nasional di dalam negeri Indonesia dan di negara-negara sahabat yang menjadi korban penggunaan paspor palsu GAYUS TAMBUNAN.

Cari BEKING yang ada di belakang Gayus Tambunan ini !

Bikin malu saja karena sok hebat membuat dan memalsukan PASPOR sehingga menampar serta mempermalukan Indonesia di mata dunia internasional.

(MS)

Indonesia Condemns Terrorist Attack at A Church in Alexandria, Egypt

Egyptian Christians hold a bloodstained portrait of Jesus Christ during a protest outside Al-Qiddissine (The Saints) Church in Alexandria, following a New Years Eve car-bomb attack at the Coptic church

Please also visit : KATAKAMI.COM and INDONESIAKATAKAMI.BLOGSPOT.COM


January 04, 2011 (KATAKAMI / KOMPAS) — Indonesia strongly condemns the inhuman terrorist attack at a church in Alexandria, Egypt, on January 1 that has left 21 dead and 79 others wounded, the foreign ministry said in a statement received here on Monday.

It said the Indonesian government expressed its deep condolences and sympathy to the Egyptian government and people as well as families of the victims. A car bomb which exploded outside a Coptic church in the tourist city of Alexandria, 141 kilometers north of Cairo, clearly proved that terrorism remains a threat to people and therefore continuous monitoring and cooperation from all parties need to be done to overcome it, it said.

Indonesia remains committed to cooperating with the government of Egypt to achieve their common goal of overcoming terrorism.  The Indonesian government, it said, also supports efforts by the Egyptian government to bring the perpertrators to justice.

Egyptian President Hosni Mubarak called on all Moslems and Christians on Saturday to prevent terrorism following the bombing early on Saturday. No one has so far claimed responsibility for the attack.

The Al Azhar grand sheikh, Prof Dr Ahmad Al-Tayyeb and Egypt’s national mufti Ali Goumah had also strongly condemned the attack.  The Egyptian Coptic church leader, Baba Shenouda, meanwhile has called on all Christians in that country to remain calm but alert to possible further attacks which were apparently the work of a hardline group. The Christians account for about eight percent of Egypt’s total population of 80 million.  (*)


As Egypt went on high alert ahead of Coptic Christmas, Christians and Muslims demonstrated together in the mixed working class district of Shubra in the capital Cairo on January 3, 2011 to condemn the New Year's Eve car bomb attack on a Coptic church in the northern Egyptian city of Alexandria in which 21 people were killed. (Photo bycredit should read -/AFP/Getty Images)

As Egypt went on high alert ahead of Coptic Christmas, Copts holding up pictures of Jesus and Christian saints, were joined by Muslims in a mass protest in the mixed working class district of Shubra in the capital Cairo on January 3, 2011 to condemn the New Year's Eve car bomb attack on a Coptic church in the northern Egyptian city of Alexandria in which 21 people were killed. (Photo by -/AFP/Getty Images)

Egyptian Christian women mourn during Sunday mass on January 2, 2011 at the Al-Qiddissine (The Saints) church in Alexandria which was targeted on New Year's Eve by a car bomb attack in which 21 people were killed. There was no immediate claim for the attack but Al-Qaeda has called for punishment of Egypt's Copts over claims that two priests' wives they say had converted to Islam were being held by the Church against their will. (Photo by MOHAMMED ABED/AFP/Getty Images)

Christians protest against what they say is the failure of authorities to protect them, in Cairo January 3, 2011 after a suspected suicide bomber killed 21 people and wounded 97 outside a Coptic church in the Nile delta city of Alexandria during a New Year's midnight service. Egypt is screening people who arrived recently from countries where al-Qaeda is known to recruit after early findings suggested the militant network was behind the bombing, security sources said. Picture taken January 3, 2011. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

An Egyptian man cleans blood-staind from the door of the Al-Qiddissine (The Saints) church following an overnight car bomb attack that targeted the church in the Egyptian port city of Alexandria on January 1, 2011 and killed at least 21, hitting Egypt's Christian community, the biggest in the Middle East. (Photo by MOHAMMED ABED/AFP/Getty Images)

Blood stains cover steps near the Al-Qiddissine (The Saints) church following an overnight car bomb attack that targeted the church in the Egyptian port city of Alexandria on January 1, 2011 and killed at least 21, hitting Egypt's Christian community, the biggest in the Middle East. (Photo by MOHAMMED ABED/AFP/Getty Images)

A special New Year 2011 wishes from Indonesia

Happy New Year 2011

Greetings from Indonesia !

Friends, I wish you Health…
So you may enjoy each day in comfort.

I wish you the Love of friends and family…
And Peace within your heart.

I wish you the beauty of nature…
That you may enjoy the work of God.

I wish you Wisdom to choose priorities…
For those things that really matter in life.

I wish you Generosity so you may share…
All good things that come to you.

I wish you Happiness and Joy…
And Blessings for the New Year.

I wish you the best of everything…
That you so well deserve.


HAPPY NEW YEAR, DEAR FRIENDS !

From Indonesia with love …

Mega Simarmata

 

Mega Simarmata

Editor in Chief of KATAKAMI.COM

INDONESIAKATAKAMI.WORDPRESS.COM

INDONESIAKATAKAMI.BLOGSPOT.COM

Jakarta, Indonesia

Indonesian President Highly Appreciates "Garuda" Squad's Struggle

Please also visit : INDONESIAKATAKAMI.BLOGSPOT.COM

YOUTUBE : Malaysia using laser to cheat Indonesian football player on final AFF cup (Dec 26, 2010)


December 30, 2010 (KATAKAMI / KOMPAS/ ANTARA ) — Despite Indonesia’s failure to grab the AFF Suzuki Cup’s championship title, President Susilo Bambang Yudhoyono highly appreciated the Garuda (eagle) squad’s spectacular struggle in the second leg of the cup’s final match here Wednesday evening.

The “Red and White” soccer players won the second legs by scoring 2-1 but the Malaysian team still managed to grab the championship trophy due to its aggregate 4-2 victory.

In the first leg, the Malayan tiger squad defeated Indonesia with 3-0. President Yudhoyono,  who directly watched the final match along with First Lady Ani Yudhoyono and over a hundred thousand Indonesian fans at Gelora Bung Karno stadium, was quoted by his spokesperson, Julian Aldrin Pasha, as saying that the Garuda squad had done its best.

Indonesian national team ( TIMNAS GARUDA ) : Kami mencintai dan sangat bangga pada kalian !

“The head of state does appreciate the spectacular struggle of our national team. He thanks all players and coaches,” Julian quoted the president as saying.   Despite the Garuda squad’s failure to grab the 2010 AFF Suzuki Cup’s championship title, the players’ spectacular struggle won public appreciation, including Vice President Boediono.

Boediono highly appreciated the spectacular struggle of Indonesian soccer team against Malaysia in the final match on TV but good luck did not belong to the Garuda squad. After watching the final match, Boediono said the good luck did not belong to Indonesia in this Wednesday night’s match.

“The good luck has yet to be with us tonight despite a number of good chances that our players have made and their so high fighting spirit,” he said.   Vice President Boediono watched the final match on TV at his official residence here with his staff members, security guards, and a number of journalists.

He said the “Red and White” players had done their best in the 90-minute match. “I pray for our national team’s success in the future,” he said.

Malaysia Cheat Laser in Final Suzuki AFF Cup 2010. Indonesia Vs Malaysia in Bukit Jalil (December 26, 2010).


In the first leg of the AFF Suzuki Cup’s final in Kuala Lumpur on December 26, the Malaysian tiger crushed Garuda (eagle) 3-0. Actually Indonesia had beaten Malaysia in the cup’s preliminary competition  5-1 in Jakarta.

But the performance of the Malayan tiger squad successfully improved and beat Vietnam in the cup’s semifinal. Indonesia itself could get the final ticket after beating the Philippines in the first and second legs of the cup’s semifinal at Gelora Bung Karno stadium.

Indonesia’s victory against the Philippines team in the 2010 AFF Suzuki Cup’s semifinal last Sunday evening had revived  the nation’s pride but the “Red and White” squad was not successful in grabbing the AFF Suzuki Cup’s trophy.  (*)

Happy Mother's Day To All Mothers in Indonesia

Mother’s Day is celebrated nationally on 22nd of December in INDONESIA


Mothers are as total as the sky;
Older than the earth, and more enduring.
They’re rooted in our hearts like ancient trees,
Halfway down to seething lava seas;
Emblazoned on our sail, and on our mooring.
Returning home, we dwell within their sigh:
So maddening, so rich, so reassuring.

Mothers are the gardeners
Of wind-blown wild flowers.
They water them with happy tears,
Happy with them many years,
Even as the hours
Ring with sweet, sad melodies
Sighing through their bowers.

Mothers are the place that we call home.
On them we rest our heads and close our eyes.
There’s no one else who grants the same soft peace,
Happiness, contentment, sweet release,
Erasing nighttime tears with lullabies,
Restoring the bright sun that makes us bloom. Mothers are the place where love
Emerges from the earth,
And happiness rings out like bells
In honor of our birth.

Mothers find their happiness in seeing
Others happy. Is this good or wise?
To hang one’s happiness upon a being,
However loved, who sees through other eyes?
Even as such love may be a burden,
Remember well what lies behind the curtain,
Singing down through angel-freighted skies.
We have, always, their love.

Mothers aren’t mothers right away,
Of course. They need some time to undergo
The long and well-wrought windings of the way,
However steep, that choice and fate bestow.
Even with the passion to endure,
Reminded of sweet memories to come,
‘Tis time’s brutal way to be unsure,
Severing the addends from the sum.
Do, then, make your way into the void
Afoot with expectation unalloyed,
Yearning yet to be what you’ve become.

Thank God or a mother who is so perfect in loving her children

Thank God for a mother who was so impressive in her life journey

HAPPY MOTHER’S DAY TO ALL MOTHERS IN INDONESIA !

Mencermati Mutasi Di Era Kapolri Timur Pradopo, Lanjut Jenderal !

Dimuat juga di INDONESIAKATAKAMI.BLOGSPOT.COM

 

Jakarta 19/12/2010 (KATAKAMI) — Setelah dilantik di Istana Negara tanggal 22 Oktober 2010 dan dilanjutkan dengan upacara serah terima jabatan tanggal 27 Oktober 2010, Kapolri (baru) Jenderal Timur Pradopo mulai melakukan mutasi didalam internal Polri.

Berdasarkan surat telegram Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo dengan nomor STR/ 1170 /XII/ 2010, Polri mengganti empat perwira tinggi yaitu antara lain Kepala Polda Aceh Irjen Fajar Prihantoro yang selanjutnya akan menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan.

Posisi inilah yang kosong sekitar satu bulan setelah Timur Pradopo menjabat Kepala Polri.

Posisi Kapolda Aceh akan dijabat Irjen Iskandar Hasan yang saat ini menjabat Kepala Divisi Humas Mabes Polri.

Lalu posisi Iskandar akan digantikan Irjen Anton Bachrul Alam yang saat ini menjabat staf ahli Kapolri Bidang Sosial dan Ekonomi.

Posisi Anton akan digantikan oleh Irjen Alex Bambang Riatmodjo yang saat ini menjabat staf ahli Kapolri. “Serah terima jabatan kemungkinan pekan depan,” kata Boy di Mabes Polri, Jumat (17/12/2010).

Jenderal Timur Pradopo (kiri) mendapat ucapan selamat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono seusai pelantikan di Istana Negara ( 22 Oktober 2010)

Seperti pepatah mengatakan, “Semakin tinggi pohon menjulang, maka semakin kencang juga angin akan menerpa”.

Kritikan mulai bermunculan pasca keluarnya Telegram Rahasia seputar mutasi di tubuh Polri.

Neta S. Pane selaku Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) mengecam mutasi ini karena dianggap melakukan diskriminasi yaitu hanya menguntungkan serta memberi keistimewaan kepada para perwira tinggi seangkatan Timur yaitu dari (lulusan Akpol) tahun 1978 dan orang-orang yang dinilai dekat dengan Timur.

“Ini kelihatan Pak Timur mulai mengangkat Angkatan 78 saja. Jadi orang-orangnya dia yang ditempatkan di posisi-posisi strategis. Harusnya kan tidak boleh begitu” kata Neta S. Pane kepada KATAKAMI.COM dalam perbincangan di hari Sabtu (18/12/2010) di Jakarta.

Neta juga mengecam penempatan Anton Bachrul Alam sebagai Kepala Divisi Humas Polri untuk menggantikan posisi Irjen. Iskandar Hasan yang selanjutnya akan ditempatkan sebagai Kapolda Aceh.

“Pak Anton Bachrul Alam itu pernah jadi Kapolda Jawa Timur. Jadi kalau dia diangkat jadi Kadiv Humas, itu namanya turun pangkat dong. Lalu Kapolda Aceh yang sekarang diangkat jadi  Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan, Pak Fajar itu belum mempunyai pengalaman yang cukup untuk menempati posisi itu. Lalu Iskandar Hasan, dia jadi Kadiv Humas saja baru sebenar dan tidak ada prestasi yang bagus tapi sudah diangkat jadi Kapolda Aceh” lanjut Neta S. Pane.

Neta juga ingin mengingatkan Kapolri yang baru bahwa sudah saatnya pimpinan Polri menertibkan jabatan-jabatan rangkap yang selama ini “dilakukan dan dibenarkan” oleh Kapolri sebelumnya.

“Ada informasi Jenderal BHD mengeluarkan surat keputusan untuk mengangkat Komisaris Jenderal Gories Mere sebagai penasehat ahli Kapolri untuk urusan penanganan terorisme. Polri jangan lupa bahwa berdasarkan UU Kepolisian, setiap anggota Polri dilarang keras melakukan jabatan rangkap. Gories Mere itu sudah mau 5 tahun menjadi Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional. Menjabat sampai selama itu saja, sudah perlu dipertanyakan. Apalagi kalau nanti dia tetap dipertahankan sebagai penasehat ahli Kapolri. Pejabat macam itu, posisinya di BNN tetapi kerjanya hanya di Densus 88 Anti Teror. Tolong ditulis ya oleh KATAKAMI, jabatan rangkap itu melanggar Undang Undang Kepolisian” ungkap Neta.

Neta mendesak Kapolri Timur Pradopo agar mencabut dan tidak melanjutkan surat keputusan yang ditanda-tangani Jenderal Bambang Hendarso Danuri sebagai Polri harus tetap konsisten melakukan  tugas-tugasnya sesuai ketentuan hukum dan Undang Undang yang berlaku.

Sejumlah kritikan ini tak perludianggap sebagai sesuatu yang merupakan refleksi ketidak-sukaan LSM yang fokus menyoroti kinerja dan perfoma dari Kepolisian Indonesia.

Justru kritikan demi kritikan harus diterima dengan lapang dada untuk menjadi masukan positif sebab setiap kritikan yang bersifat konstruktif adalah wujud dari kecintaan Indonesia kepada institusi Polri.

Tetapi semua pihak juga harus memberi waktu, kesempatan dan kepercayaan bagi Kapolri Timur Pradopo untuk membenahi institusinya.

Usia jabatannya masih sangat baru.

Pekan depan, Timur baru genap 2 bulan menjabat sebagai Kapolri atau Tri Brata 1.

Biarkan ia melakukan konsolidasi ke dalam internal Polri.

Yang mungkin menarik untuk dicermati disini adalah apakah benar Timur sengaja “memasang” orang-orang terdekatnya untuk menjadi pejabat-pejabat utama di lingkungan Mabes Polri ?

Sepertinya asumsi ini agak sulit diterima sebab dalam urusan pengangkatan dan penempatan pejabat-pejabat di level apapun dalam institusi Polri, Kapolri tidak dibenarkan melakukan perintah atau komando yang sifatnya “top down” dengan gaya otoriter.

Wakapolri Komisaris Jenderal Jusuf Manggabarani yang bertugas juga sebagai Ketua Tim WANJAK (Dewan Kepangkatan) Polri

Wakapolri Jusuf Manggabarani : Walau Gaji Sederhana, Polri Jangan Lakukan Pelanggaran

Banyak Kali Cakap Kau Gayus, Jangan Pojokkan Institusi Polri & Kejaksaan

Ada rapat WANJAK (Dewan Kepangkatan) yang diketuai oleh WAKAPOLRI.

Tim WANJAK ini sendiri beranggotakan sejumlah pejabat penting yaitu Inspektur Jenderal (Irwasum) Polri, Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).

Kapolri adalah “pintu terakhir” yang hanya bertugas mengesahkan keputusan dari hasil rapat WANJAK tentang mutasi apapun didalam internal Polri.

Dan sebagai Kapolri yang baru, sangat wajar jika Timur Pradopo mencari dan menempatkan personil Polri yang dinilainya dapat dipercaya untuk mengemban tugas-tugas penting untuk membantu pimpinan tertinggi di dalam institusi Polri.

Faktor kepercayaan (TRUST) adalah faktor mutlak yang membantu seorang pimpinan setingkat Kapolri untuk dapat bekerja maksimal dalam melaksanakan tugas-tugas negara  yang begitu berat.

Faktor kepercayaan (TRUST) adalah sesuatu yang tak boleh disia-siakan oleh siapapun didalam institusi Polri, jika memang ia mendapatkan itu dari Sang Pimpinan.

Bila seorang Kapolri bekerja di sekeliling orang-orang yang sudah ia kenal secara baik maka sistem dan suasana kerja akan menjadi lebih nyaman.

Timur, sosok yang pendiam dan tenang ini, pasti sudah sangat memahami bahwa harapan masyarakat begitu tinggi kepada dirinya untuk membenahi Polri.

Irjen Anton Bacrul Alam yang kini akan menempati posisi barunya sebagai Kepala Divisi Humas Mabes Polri

Dalam era kepemimpinannya, ia memilih seorang “JURUBICARA” yang kawakan dalam bidang Kehumasan.

Anton Bachrul Alam adalah “orang lama” di lingkungan Humas Polri.

Pada era kepemimpinan Kapolri Jenderal Sutanto, Anton pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Kepala Divisi Humas Polri,

Anton memiliki kemampuan bahasa asing yang sangat baik dan bisa dengan sangat baik menyampaikan informasi atau keterangan-keterangan yang berisi kebijakan institusinya.

Anton sudah mengenal dan dikenal secara baik oleh kalangan pers di tataran nasional dan daerah.

Sehingga, sangat masuk di akal mengapa figur Anton yang dipilih menjadi Kepala Divisi Humas Polri di era kepemimpinan Timur Pradopo.

Hanya saja, Anton harus mendengar kritikan dari pihak manapun yang menganggapnya telah “berubah”.

Neta S. Pane dari Indonesia Police Watch misalnya, ia menilai Anton yang sekarang sudah menjadi sangat “fanatik” dan cenderung ekstrim dalam menjalankan ajaran agama Islam.

Kritikan ini tentu sebuah masukan yang bertujuan baik.

Sebab sebagai Kepala Divisi Humas Polri, Anton harus menjadi bisa menjadi Humas atau SPOKESPERSON bagi institusi Kepolisian yang harus bisa sama dekat dan sama jauh dengan semua elemen di Indonesia.

Posisi SPOKESPERSON juga harus bisa berpenampilan sebagai polisi yang profesional dimata dunia internasioal yang akan terus meningkatkan kerjasamanya dengan MABES POLRI.

Dan kalau mau berbicara tentang nilai-nilai keagamaan yang matang, contoh yang sangat jelas di lingkungan kepolisian adalah Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani.

Ia sangat “Islam” tetapi dalam konteks yang sungguh Islami dalam sikap dan pemikiran.

Ia sangat “Islam” tetapi tidak pernah menunjukkan secara ekstrim ke-Islam-an dirinya secara fisik dalam penampilan sehari-hari.

Ia sangat “Islam” tetapi ketika dirinya ditanya oleh anggota Paskibraka yang datang berkunjung ke Mabes Polri bulan Agustus 2010 lalu (apakah boleh polwan berjilbab di semua Polda ? ), Komjen Jusuf Manggabarani menjawab dengan sangat bijak bahwa POLRI tidak melarang setiap anggota Polda memakai jilbab tetapi hanya ada satu Polda yang diizinkan menerapkan kebijakan ini yaitu POLDA ACEH.

Jadi, yang dapat disampaikan disini kepada Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam, “WELCOME BACK, GENERAL !”.

Selamat datang kembali di ibukota dan selamat bertugas !

Ditambah lagi, Anton pun akan dibantu oleh salah seorang jurubicara terbaik yang pernah bertugas di Polda Metro Jaya yaitu Kombes Boy Rafli Amar yang kini menjadi Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri.

Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo

Kapolri Timur Pradopo harus terus didukung oleh semua pihak agar ia bisa menjalankan tugasnya dengan sangat baik, profesional, proporsional dan penuh integritas.

Biarkanlah ia didampingi oleh para perwira menengah dan perwira tinggi bisa dipercaya untuk membantu tugas-tugasnya sebagai Pimpinan POLRI.

Walau demikian, Kapolri tidak boleh melakukan diskriminasi dalam kebijakan-kebijakannya.

Kapolri juga harus sangat tegas menindak bila memang ada sesuatu atau seseorang yang patut dapat diduga merupakan pelanggaran atau pemyimpangan didalam internal Polri.

Kapolri juga harus membuat formula pengawasan yang sangat ketat dalam pelaksanaan RENUMERASI POLRI agar jangan ada polisi-polisi yang sengaja melakukan aksi operasi tidak pada tempatnya hanya demi mendapatkan renumerasi.

Ingatlah bahwa POLRI begitu sangat disorot oleh semua pihak sehingga seorang Kapolri harus menyadari bahwa harapan dan kepercayaan dari rakyat Indonesia tidak boleh dilukai.

Pepatah memang mengatakan, “Semakin tinggi pohon menjulang maka semakin kencang juga angin menerpa”.

Tapi sebaiknya biarkanlah POHON itu tetap menjulang tinggi di posisinya dan sang angin yang bertiup dari arah manapun, diharapkan bertiup sepoi-sepoi agar mendatangkan kesejukan dan suasana yang baik.

Jadi, lanjut Jenderal !

Lakukan saja, apapun yang dinilai Kapolri memang baik untuk dilakukan demi kebaikan semua pihak.

Laksanakanlah AMANAH ini

dengan satu tekat bahwa kepentingan bangsa, negara dan rakyat Indonesia harus ditempatkan diatas kepentingan pribadi dan kelompok.

Lanjutkanlah juga reformasi birokrasi di tubuh Polri dan bersihkan yang memang perlu dibersihkan didalam internal Polri.

(MS)

Indonesia : Former Deputy Attorney General named new Attorney General

Basrie Arief

Please also visit : INDONESIAKATAKAMI.BLOGSPOT.COM

 

November 25, 2010 (KATAKAMI / THE JAKARTA POST) — President Susilo Bambang Yudhoyono finally names former deputy attorney general Basrief Arief as the new attorney general, bringing the latter out of his retirement from 2007.

The President said Thursday that Basrief would be inaugurated as the new attorney general, replacing Hendarman Supandji, on Friday.

“After a number of considerations and listening to views of many parties, including the Vice President, I’ve decided to name Basrief Arief as the new attorney general,” he told a press conference at the Presidential Office.

Yudhoyono said Basrief had been head of the Jakarta prosecutors’ office, junior attorney general for intelligence and deputy attorney general before retiring in 2007.

He said he would soon appoint head and members of the Prosecutors Commission to oversee and ensure reforms in the prosecutors’ offices. (*)

Indonesian Minister Still Waiting for Saudi Visa to Investigate Torture Case

 

Sumiati, a domestic worker from West Nusa Tenggara who had been tortured by her Arab master, was taken to King Fadh hospital in Medina, Saudi Arabia, on Saturday (20/11). Sumiati ordeal in the hand of her employer becomes one of many such unresolved cases until now. (PHOTO ANTARA/Saptono/Kunto)

 

Please also visit : INDONESIAKATAKAMI.BLOGSPOT.COM


November 22, 2010. Jakarta (KATAKAMI / THE JAKARTA GLOBE) — The head of an Indonesian inter-ministerial team established to ensure justice for tortured migrant worker Sumiati still does not have a visa to enter Saudi Arabia where the abuse took place.

Linda Gumelar, the state minister for women’s empowerment and child protection, confirmed on Monday that she was still waiting for a visa to be allowed to enter the country.

“A ministerial-level visa not only needs to be approved by the Saudi Embassy in Indonesia but also by authorities in Saudi Arabia,” she told the Jakarta Globe said, refusing to speculate on the reasons why the process appeared stalled.

“Let’s not think negatively. I heard the Saudi government hasn’t approved my visa because it is still a holiday there. Today the government just resumed their activities,” she said.

She did concede, however, that Saudi authorities had granted visas to other members of her team.

“Several members of my team have departed for Saudi and we have kept in close contact. I have also met with the Saudi ambassador who promised to help speed up my visa,” she said.

Linda was instructed by President Susilo Bambang Yudhoyono to lead an inter-ministerial team to help deliver justice is served for Sumiati, 23, whose shocking injuries again highlighted the abuse of female migrant workers in the Middle East.

Muhaimin Iskandar, the minister of manpower and transmigration, meanwhile, said the body of Kikim Komalasari, an Indonesian worker who was allegedly killed by her employers in Saudi Arabia, would be flown home to Cianjur, West Java, next week.

“A team from the National Board for the Placement and Protection of Indonesian Overseas Workers (BNP2TKI) has arrived in Jeddah to take care of the administration to take the body back home to Indonesia,” Muhaimin told state news agency Antara.

Kikim’s brutalized body was found in the dumpster last week. Her neck was slashed and she had severe cuts to the rest of her body. Saudi Police alleged she was murdered by her employers.

Muhaimin threatened to withdraw the licenses of labor supply agencies (PJTKI) that sent migrant workers abroad internationally.

“Every PJTKI supplying problematic migrant workers will be sanctioned and their licenses will be frozen,” he said.  (*)


JG, Antara

Previous Older Entries

Categories

%d bloggers like this: